Bali sebagai pariwisata bersaing di era global

Bali identik dengan pantai. Pasirnya yang putih, air yang jernih serta penduduknya yang ramah menjadi daya tarik utama Pulau Dewata ini. Hanya saja Bali kini sudah semakin besar dalam hal wisata. Bali tak lagi hanya mengandalkan wisata pantainya yang indah, Bali punya segudang inovasi dan strategi untuk menggaet turis. 

Sekarang ini Bali sedang fokus menggarap spiritual tourism. Spiritual tourism ini sudah digagas sejak 2010 lalu, dan sampai saat ini masih dikembangkan. Dalam wisata spiritual ini, wisatawan diajak untuk menelusuri beragam aktivitas yang lebih religius. Untuk menikmati suasana religius khas Hindu, wisata ini dilakukan pada malam hari. berbagai aktivitas yang mendukung kegiatan spiritual tourism di Bali pun semakin banyak digelar. Peminatnya pun juga tak sedikit. Beberapa contoh misalnya upacara perayaan keagamaan Hindu, upacara pembakaran mayat (ngaben) sampai festival yoga, meditasi juga ragam tarian. 

Selain spiritual tourism, Bali kini juga sedang mengembangkan sport tourism. Namun sport atau olahraga yang dimaksud adalah olahraga tradisional. Mepantingan atau gulat lumpur adalah salah satu wisata olahraga yang ingin dipopulerkan ke kalangan wisawatan. Wisata olahraga ini juga akan sekaligus memperkenalkan kebudayaan dan spiritual sekaligus.

Berbagai inovasi dunia wisata Bali ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Tak dimungkiri, Bali memang punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Kondisi ini memang akan menambah nilai kunjungan wisata nasional. Selain untuk tetap mempertahankan popularitasnya sebagai lokasi populer di Indonesia, strategi dan inovasi Bali ini juga digunakan untuk memperkenalkan kota lain di Indonesia. Bali adalah bagian tak terpisahkan dari pariwisata Indonesia. Diibaratkan, Bali bisa menjadi pintu gerbang untuk pariwisata Indonesia. 

Bali sebenarnya punya segalanya, sebagai sebuah kawasan wisata. Dari wisata pantai di Kuta dan Sanur, wisata religi di Bali Utara, sport tourism di Gianyar sampai wisata alam asli desa wisata di kawasan Tabanan. 

Tak hanya terkenal dengan alamnya, Bali pun terkenal dengan wisata kulinernya. Pulau Bali ditetapkan sebagai daerah di Indonesia sebagai destinasi wisata kuliner unggulan. Pemilihannya didasarkan pada enam kelayakan, yakni produk dan daya tarik utama, pengemasan produk dan event, kelayakan, kelayakan lingkungan, kelayakan bisnis, dan peran pemerintah dalam pengembangan destinasi wisata kuliner.

Wisata kuliner di tanah air memiliki potensi luar biasa. Keanekaragaman dan keunikan kuliner Nusantara yang bersumber dari etnik dan budaya beragam ialah kekayaan yang pertumbuhannya harus terus digenjot. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, untuk memaksimalkan kekayaan tersebut, perlu upaya perlindungan agar wisata kuliner berkembang dan mampu bersaing di era globalisasi saat ini. Ia tidak memungkiri keunikan dan keanekaragaman kuliner Indonesia perlahan tergerus oleh waktu, zaman, dan perubahan pola gaya hidup masyarakat.

Uniknya wisata kuliner di Bali bukan hanya pada aspek makanannya, melainkan juga seni dan budaya. Ini yang membuat istimewa. Wisata kuliner Bali menjual paket seni dan budaya melalui makanan yang ada.

Kuliner mempunyai peran penting dalam industri pariwisata, sebab sebagian besar pengeluaran wisatawan untuk kuliner. Selain itu, kuliner menjadi daya tarik yang kuat untuk mendatangkan wisatawan. Sekarang tugas kita ialah membuat narasi dari banyaknya jenis makanan itu sehingga menjadi suatu paket seni dan budaya sekaligus. Dari keragamannya ini, dari wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, pariwisata di Bali siap bersaing di era global.

Bisnis Florist dan Perkembangannya

Sebagai pelaku usaha yang ingin mengembangkan usaha, saya akan membangun usaha di bidang florist yang nantinya bunga tersebut dimana nantinya saya akan melakukan kerjasama dengan hotel-hotel yang nantinya dapat menjadi penghasilan saya dikemudian hari serta saya akan mencari langkah-langkah cerdas dalam mendapatkan tambahan dana yang mana nantinya dapat saya kelola sebagai modal untuk pengembangan dan perluasan usaha tersebut. Saya dapat menemukan beberapa alternatif untuk mendapatkan tambahan dana yang akan digunakan sebagai modal dalam mengembangkan usaha yang saya miliki.

Saya pastinya menyadari bahwa nilai ekonomis serta kebutuhan hidup kita mengalami peningkatan setiap harinya. Dengan melihat kenyataan tersebut, sebagai pemilik usaha, saya hendaknya dapat berlaku lebih giat dalam meningkatkan produktifitas kerja dengan menemukan beragam inovasi dan ide kreatif untuk membuat usaha saya semakin maju serta mempertimbangkan untuk mengembangkan usaha tersebut dengan memperluas bidang usaha tersebut. Banyak orang seringkali merasa berpuas diri ketika melihat usaha yang mereka kelola telah menemukan titik keberhasilan. Ketika bisnis atau usaha yang dikelola dapat berhasil, saya sebaiknya berpikir untuk membuat progress yang lebih lagi ke depannya yaitu dengan memikirkan tentang cara mengembangkan usaha  sedemikian rupa.

Tak sedikit pemilik usaha yang berencana untuk mengembangkan usahanya harus terhambat karena permasalahan modal. Ya, modal memang bukanlah satu-satunya hal yang menjadi pertimbangan dalam mengelola usaha namun modal pastinya juga memiliki adil yang sangat besar untuk kesuksesan usaha tersebut nantinya selain dibutuhkan kebulatan tekad, kesabaran, serta kerja keras dari pelaku usaha tersebut.

Pertama, dapat mempertimbangkan untuk mendapatkan pinjaman dari teman ataupun keluarga , meminjam uang dari orang terdekat memang dapat menjadi solusi bagi kebutuhan dana termasuk untuk modal usaha. Serta mendapatkan dana tanpa memerlukan jaminan, batas pembayaran pinjaman lebih fleksibel, serta tidak ada bunga pinjaman. Namun, hal ini seringkali menimbulkan konflik ketika menemukan kendala dalam pelunasan pinjaman yang dapat ambil terutama ketika orang yang dipinjami sedang membutuhkan dana tambahan yang penting. Untuk modal dalam mengembangkan usaha, Serta memikirkan cara yang lebih cerdas yaitu dengan mengajak orang yang memiliki dana lebih untuk berinvestasi di usaha yang dikembangkan.Dapat mengutarakan keuntungan dari usaha yang sudah berjalan seperti apa termasuk penjelasan secara terperinci tentang usaha tersebut. Dengan demikian, kedua belah pihak mendapatkan keuntungan dan mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan usaha dari investor tersebut lalu mendapatkan keuntungan dari keberhasilan usaha nantinya.

Selanjutnya adalah mendapatkan tambahan modal dengan memanfaatkan jasa pinjaman. Sebagaimana yang diketahui bahwa saat ini, jasa pinjaman dapat menjadi solusi yang sangat praktis dan cerdas bagi siapa saja yang membutuhkan tambahan dana untuk berbagai kebutuhan termasuk bagi para pelaku bisnis yang ingin melakukan pengembangan usaha. Banyak orang lebih memilih untuk mendapatkan modal dari dana pinjaman yang diajukan ke jasa penyedia pinjaman dibandingkan meminjam secara personal ke orang-orang terdekatnya karena hal ini lebih dapat menjaga privasi mereka yang mana segala sesuatu yang terjadi hanya dia dan penyedia pinjaman yang mengetahui. Selain itu, proses pengajuan dan persetujuan pinjaman juga mudah dan cepat. Bahkan, dengan adanya fasilitas pinjaman tanpa agunan yang mana siapa saja yang sesuai syarat dapat mengajukan dan mendapatkan pinjaman tanpa harus menyerahkan suatu jaminan dari aset ataupun harta yang dimiliki. Tentu saja, dalam hal ini, hendaknya juga cermat dalam memilih jasa penyedia pinjaman sehingga mendapatkan yang terbaik yang mana dapat membantu  mendapatkan dana pinjaman dengan proses yang cepat, memberikan lebih keleluasaan dalam pembayaran pinjaman, serta menawarkan suku bunga yang rendah.

Ketika ingin mengembangkan usaha yang sedang dikelola dengan membuka cabang ataupun memperluas bidang usaha, sebaiknya dapat mempertimbangkan semuanya dengan baik dan matang termasuk juga dalam mendapatkan serta mengelola dana tambahan modal yang mungkin berasal dari pinjaman. Dengan demikian, sangat mungkin untuk mencapai keberhasilan dalam bidang usaha yang dikelola.

Dampak Revolusi 4.0 Industri Pariwisata

Konsep “Industri 4.0” pertama kali digunakan di publik dalam pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman di tahun 2011. Dari peristiwa ini juga sebetulnya ide “Industri 2.0” dan “Industri 3.0” baru muncul, sebelumnya cuma dikenal dengan nama “Revolusi Teknologi” dan “Revolusi Digital”.

Pertama, kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga dapat menjadi sebesar kepalan tangan, maka dari itu, kita mempunyai smartphone. Bukan cuma kita tersambung ke jaringan raksasa, kita menjadi selalu tersambung ke jaringan raksasa tersebut. Inilah bagian pertama dari revolusi industri keempat: “Internet of Things” saat komputer-komputer yang ada di pabrik itu tersambung ke internet, saat setiap masalah yang ada di lini produksi bisa langsung diketahui saat itu juga oleh pemilik pabrik, di manapun si pemilik berada. Ponsel pintar (smartphones) yang senantiasa membuat kita terhubung dengan dunia luar adalah instrumen penting dalam revolusi industri 4.0.

Kedua, kemajuan teknologi juga menciptakan 1001 sensor baru, dan 1001 cara untuk memanfaatkan informasi yang didapat dari sensor-sensor tersebut yang merekam segalanya selama 24 jam sehari.  Informasi ini bahkan menyangkut kinerja pegawai manusianya. Misalnya, kini perusahaan dapat melacak gerakan semua dan setiap pegawainya selama berada di dalam pabrik. Dari gerakan tersebut, dapat terlihat, misalnya, kalau pegawai-pegawai tersebut menghabiskan waktu terlalu banyak di satu bagian, sehingga bagian tersebut perlu diperbaiki. Masih ada 1001 informasi lainnya yang bisa didapat dari 1001 data yang berbeda, sehingga masih ada 1001-1001 cara meningkatkan produktivitas pabrik yang semula tak terpikirkan. Karena begitu banyaknya ragam maupun jumlah data baru ini, aspek ini sering disebut Big Data.

Ketiga, berhubungan dengan yang pertama dan kedua, adalah Cloud Computing. Perhitungan-perhitungan rumit tetap memerlukan komputer canggih yang besar, tapi karena sudah terhubung dengan internet, karena ada banyak data yang bisa dikirim melalui internet, semua perhitungan tersebut bisa dilakukan di tempat lain, bukannya di pabrik. Jadi, sebuah perusahaan yang punya 5 pabrik di 5 negara berbeda tinggal membeli sebuah superkomputer untuk mengolah data yang diperlukan secara bersamaan untuk kelima pabriknya. Tidak perlu lagi membeli 5 super komputer untuk melakukannya secara terpisah.

Keempat, ini yang sebetulnya paling besar: Machine learning, yaitu mesin yang memiliki kemampuan untuk belajar, yang dapat sadar bahwa dirinya melakukan kesalahan sehingga melakukan koreksi yang tepat untuk memperbaiki hasil berikutnya. Ini dapat dilukiskan dengan cerita “AlphaZero AI”. Sebelum Machine Learning, sebuah komputer melakukan tugasnya dengan “Diperintahkan” atau “Diinstruksikan” oleh manusia.

Mengkombinasikan keempat hal ini artinya perhitungan yang rumit, luar biasa, dan tidak terpikirkan tentang hal apapun dapat dilakukan oleh super komputer dengan kemampuan di luar batas kemampuan manusia. Kenyataannya tentu saja saat ini belum seperti sekarang. Point keempat, yaitu AI dan Machine Learning, masih amat terbatas untuk tugas-tugas tertentu. Bukan cuma Indonesia, negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat saja masih terus menerus memperdebatkan konsekuensi dari revolusi industri keempat ini, sebab revolusi ini masih berlangsung, atau bahkan baru dimulai. Tantangannya masih banyak. Koneksi internet misalnya, belum universal. Masih ada beberapa daerah yang tak memiliki koneksi internet, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Selain itu, koneksi internet berarti munculnya celah keamanan baru. Perusahaan saingan pasti berusaha mengintip kinerja dan rancangan produksi lewat celah keamanan komputer pengendali produksi yang kini dapat diakses dari internet.

Informasi Digital di Area Milenial

Arus deras informasi di era digital menuntut masyarakat lintas generasi agar cerdas menangkap konten-konten yang bertebaran di dunia maya, baik melalui portal atau situs berita maupun media sosial. Langkah ini dilakukan karena tidak sedikit informasi palsu (hoaks) atau berita bohong (fake news) yang kerap mempengaruhi seseorang sehingga berdampak pada tatanan sosial yang terganggu yang dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan antar elemen bangsa.

Atas sedikit banyak dampak yang ditimbulkan dari era digital ini, sejumlah elemen bangsa sadar akan tantangan hebat yang akan dihadapi oleh generasi Indonesia ke depan. Sebelum menginjak ke berbagai tantangan yang lebih serius, kelompok yang sadar akan keberlangsungan Indonesia dapat berupaya membekali anak-anak yang disebut generasi milenial ini untuk memperkuat literasi digital.

Generasi milenial disebut juga generasi Z. Merujuk pada abjad huruf Z merupakan huruf terakhir sehingga dapat dikatakan bahwa generasi milenial merupakan generasi terakhir dengan perkembangan teknologi yang luar biasa. Dalam klasifikasi generasi era digital, generasi ini disebut native digital, generasi yang lahir ketika era digital telah berkembang pesat.

Adapun generasi satunya disebut digital immigrant. Generasi ini lahir ketika terjadi proses transformasi digital. Lahir ketika era internet belum berkembang pesat bahkan belum ada perkembangan internet, kemudian saat ini dihadapkan pada era di mana generasi asli digital atau native digital juga menghadapinya.

Kelompok digital immigrant inilah yang sadar akan tantangan perkembangan digital bagi masa depan bangsa dan generasi muda sehingga terus mendorong literasi digital agar generasi Z tidak terbius dengan virus digital dan segala sesuatu yang mengiringinya. Namun, kelompok digital immigrant juga tidak sedikit yang terpengaruh dengan gaya kehidupan generasi milenial.

Langkah pencerdasan generasi milenial inilah yang membuat seorang M. Hasan Chabibie menulis buku tentang Literasi Digital: Transformasi Pendidikan dan Inspirasi Generasi Milenial. Hal ini memuat tentang langkah pencerdasan generasi Z dengan pemahaman substantif tentang literasi digital dengan mengemukakan sejumlah contoh insipratif dari berbagai tokoh yang sukses membangun kerajaan digitalnya.

Poin penting yang diungkap dari kisah para pendiri kerajaan digital tersebut ialah komitmen yang kuat dalam melakukan inovasi berdasarkan kebutuhan-kebutuhan manusia zaman modern sehingga dalam buku yang diterbitkan oleh Pustekkom Kemdikbud dan NusantaraPro ini juga memberikan gambaran jelas terkait karakteristik generasi milenial. Perkembangan era digital satu sisi dapat memperkuat bangunan kemanusiaan sebuah bangsa, tetapi di sisi lain juga dengan mudahnya masyarakat terpengaruh dengan arus informasi yang beredar sehingga potensi perpecahan juga mudah tersulut.

Kini ruang mereka lebih luas di era perkembangan digital dengan merambah dakwah di media sosial untuk mempengaruhi masyarakat secara luas dengan pemikiran-pemikiran radikal dan dalil-dalil keagamaan yang konservatif. Di sinilah tantangan besar generasi milenial agar lebih cerdas dalam memilah dan memilih informasi yang harus diikuti atau dikonfirmasi kebenarannya (tabayun).

Sehingga tidak heran ketika KH Ahmad Ishomuddin (2017) mengatakan, generasi saat ini mempunyai semangat belajar keagamaan yang tinggi, tetapi tidak diimbangi dengan kemampuan memahami agama itu sendiri. Sebab itu, belajar kepada guru, ustadz, dan kiai yang tepat mempunyai peran yang sangat penting untuk mendukung gagasan literasi digital.

Artinya, perkembangan digital dalam dunia pendidikan merupakan salah satu langkah mewujudkan gagasan literasi digital. Generasi milenial yang mempunyai karakter lebih dominan dalam mengakses informasi melalui internet dari pada buku harus diimbangi dengan konten-konten dan aplikasi positif dalam dunia pendidikan.

Namun, di tengah perkembangannya, literasi digital ini juga harus menjadi media untuk anak bangsa bahwa belajar langsung kepada seorang guru yang tepat juga menjadi bekal dalam mengarungi dunia digital. Karena, bekal ini akan bermanfaat bagi generasi milenial untuk mengisi dunia maya dengan konten-konten positif dalam rangka membangun Indonesia yang kuat dan agama yang lebih ramah untuk kehidupan bersama. 

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started